Selasa, 17 Desember 2013
puisi
Dirimu
ditengah derasnya hujan
ku termenung
menatap langit-langit
dan membayangkan
bagaimana dirimu
yang berusaha untuk
melahirkanku kedunia ini
mencoba menggantikan rasa sakit
dengan rasa penuh suka cita
mencoba bersabar menghadapi diriku
yang kecil dan tak tahu apa-apa
mencoba menjadi seorang guru
untuk membimbing anak-anaknya
yang ingin anak-anaknya itu menjadi
seorang yang hebat dimata dunia
kini aku mulai beranjak dewasa
dan kau mulai mengajariku
betapa pentingnya waktu
mengajariku tentang arti hidup ini
dari hati ini
ingin ku katakan yang sejujurnya
bahwa ku menyayangimu
lebih dari seorang kekasih
ku harapkan kau mengerti aku
yang terkadang menyakiti hatimu
yang selalu enggan dengan perintahmu
-Nurista-
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar