Rabu, 28 Mei 2014

My Dreams

Dream, semua orang punya mimpi entah apapun itu mimpi nya. Kita pasti ingin meraihnya walaupun sulit setidak nya kita telah berusaha untuk mendapatkan nya.
Bukan hanya mereka tapi aku juga punya mimpi yang sangat bertentangan dengan kehidupan ini.
Aku selalu bertanya-tanya pada diriku “akan kah ada kehidupan seperti ini lagi setelah kiamat datang?”
Mimpi ku ada dalam pertanyaan itu, aku selalu ingin menjadi orang yang dermawan sepanjang waktu, walaupun banyak yang ingin ku wujudkan selain itu.
“jadi orang yang dermawan” itulah kata yang keluar dari mulutku saat kelas 3 SMP, saat guru menanyakan satu hal jika aku ada di Jakarta yang penuh dengan kehidupan dunia.
Kemudian hari aku menyesal telah berkata seperti itu, sebenarnya yang ku inginkann adalah membuat komik tentang kota Jakarta. Ya aku baru sadar jika hobiku menggambar.
Ketika SD sampai sekarang cita-citaku menjadi Dokter, namun sepertinya sulit untuk meraihnya karna biaya yang tak memadai.
Fotography adalah mimpi ku yang kesekian kalinya, karna aku tertarik dengan mereka yang memotret kehidupan di dunia ini.
Hobiku dalam menggambar membuatku bermimpi ingin menjadi  desaigner.
Dan kini aku bermimpi menjadi seorang penulis yang bisa bemain dengan kata yang bermajas.
Terlalu banyak mimpiku itu. Tak mungkin bila ku wujudkan satu persatu tapi ku pasti akan meraih nya satu dari sekian banyaknya mimpi.



Suara Hati


Dari hatiku, aku yang pendiam.
Terkadang aku munafik, berusaha untuk menutupinya. Hati dengan ucapan memang selalu bertentangan.
Saat pertama ku tahu namamu aku biasa saja, ku hanya melihat punggung mu dari kejauhan, bahkan aku belum pernah melihat wajahmu, karna kau selalu membelakangiku.
Waktu memang terus berputar, hingga ku dapat melihat wajahmu yang rupawan. Ku tak ingat kapan pertama kali kau tersenyum.
Hari terus berganti hingga kita dapat saling mengenal, perasaanku masih sama saat pertama kali kau membelakangiku.
Ternyata banyak perempuan yang menyukaimu, disitu aku masih biasa saja.
Ingin sekali ku sedekat mereka dengan kau, namun sulit untukku seperti itu, karena aku bukan lah mereka yang menarik.
Hingga ku sadar aku menyukai mu.
Mungkin saat nanti kita lama tak bertatap muka, kau tak ingat namaku, seperti teman-temanku terdahulu.
Aku memang mudah untuk dilupakan, tapi ku sulit untuk melupakan orang yang ku sukai.
Aku hanyalah orang biasa yang tak pandai bermain kata, yang hanya bisa diam membisu. Tak mungkin bila ku dekat denganmu karena aku terlalu jaim dan aku bukan lah satu-satunya orang yang menyukaimu.
Sulit bagiku untuk menyukai mu, dan sulit mengatakan aku suka padamu.
Aku memang tak tau apa itu cinta dan suka.
Suka dan Cinta dua kata yang sulit bagiku untuk membedakannya .
Sampai saat ini aku hanya bisa merasakan cinta seorang ibu.

Ku berharap kau tak melupakanku dan bisa singgah di hati ku