Rabu, 28 Mei 2014

Suara Hati


Dari hatiku, aku yang pendiam.
Terkadang aku munafik, berusaha untuk menutupinya. Hati dengan ucapan memang selalu bertentangan.
Saat pertama ku tahu namamu aku biasa saja, ku hanya melihat punggung mu dari kejauhan, bahkan aku belum pernah melihat wajahmu, karna kau selalu membelakangiku.
Waktu memang terus berputar, hingga ku dapat melihat wajahmu yang rupawan. Ku tak ingat kapan pertama kali kau tersenyum.
Hari terus berganti hingga kita dapat saling mengenal, perasaanku masih sama saat pertama kali kau membelakangiku.
Ternyata banyak perempuan yang menyukaimu, disitu aku masih biasa saja.
Ingin sekali ku sedekat mereka dengan kau, namun sulit untukku seperti itu, karena aku bukan lah mereka yang menarik.
Hingga ku sadar aku menyukai mu.
Mungkin saat nanti kita lama tak bertatap muka, kau tak ingat namaku, seperti teman-temanku terdahulu.
Aku memang mudah untuk dilupakan, tapi ku sulit untuk melupakan orang yang ku sukai.
Aku hanyalah orang biasa yang tak pandai bermain kata, yang hanya bisa diam membisu. Tak mungkin bila ku dekat denganmu karena aku terlalu jaim dan aku bukan lah satu-satunya orang yang menyukaimu.
Sulit bagiku untuk menyukai mu, dan sulit mengatakan aku suka padamu.
Aku memang tak tau apa itu cinta dan suka.
Suka dan Cinta dua kata yang sulit bagiku untuk membedakannya .
Sampai saat ini aku hanya bisa merasakan cinta seorang ibu.

Ku berharap kau tak melupakanku dan bisa singgah di hati ku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar