Minggu, 29 Juni 2014

Catatan Harianku

Terkadang ku ingin seperti dirimu yang kuat dalam menghadapi segala hal, yang mempu menyelesaikan setiap masalah yang Tuhan berikan terhadapmu. Tapi terkadang aku membencimu karena kau yang selalu mementingkan orang lain.

Aku iri akan semua yang mereka miliki, mereka selalu mendapatkan yang mereka minta, mereka selalu tersenyum bahagia dan ceria. Sedangkan aku selalu menyembunyikan kesedihan dalam setiap senyum dan tawaku. Aku selalu merasa mereka lebih, lebih, dan lebih dari ku. Dan aku selalu merasa ada yang kurang dalam dirku.  

Aku selalu mencoba untuk menghadapi setiap masalah yang kudapat dan mencoba untuk menyikapinya dengan lebih dewasa. Tapi aku terlarut dalam keputus asaan, walaupun ku tahu Tuhan merencanakan sesuatu yang indah di balik itu.

Dukungan orang tua memang berpengaruh terhadap karir setiap anaknya, namun mereka terlalu sibuk dengan urusannya.

Terkadang aku mengingat ucapan seorang ibu “sebenarnya kamu itu anak yang tidak diingnkan”. Lalu bagaimana dengan sekarang? Saat aku sudah beranjak dewas. Dalam semua itu ku harus positif thinking dan aku yakin bahwa Allah telah menyembunyikan rahasia yang indah atas semua ini.
Sedekat inikah aku dengan mu? Bahkan aku merindukan mu saat kau pergi, aku merasa kehilangan dan selalu merasa ada yang kurang saat kau tiada dirumah walaupun itu hanya sebentar.

Tapi kau sepertinya terlalu sayang kepada saudaraku, dan sepertinya kau lebih bahagia dengan nya, aku sakit dan ingin menitikan air mata saat engkau dengan nya, saat kau tertawa bahagia.

Disaat ku mendapatkan peringkat terbaik disekolah kau seperti tidak senang atas jerih payah ku selama ini, dan aku melihat mereka yang selalu penuh dengan kebahagiaan walau pun peringkat mereka dibawahku. Aku iri dengan mereka, mengapa Engkau tak memberikan orang tua seperti orang tua mereka?.

Setiap jerih payah yang kudapat selalu menghasilkan buah yang manis, namun buah manis itu tak membuat raga dan jiwa ku semanis buah itu. Kadang ku harus terluka dan tak membuat mereka bangga.  Dan mungkin mereka bangga terhadap jerih payahku yang tak bisa mereka ungkapkan, tapi aku tak bisa merasakan kebanggaan mereka terhadap ku. Terkadang aku ingin pergi meninggalkan dunia karena itu.

Tuhan... aku ingin sekali mencoba pergi dari kehidupan ini, aku ingin lari dari kenyataan hidup, dan aku ingin tahu apakah dia peduli kepada ku saat aku sedang menunggu ajal menjemputku? Apakah dia rindu saat aku telah kembali padaMu? Aku ini lemah, tak berdaya, dan terluka, aku sakit saat kau mementingkan orang lain.

Aku akan rindu, aku akan menangis dan terluka jika kau meninggalkanku dan pergi dari kehidupanku. Tapi sepertinya sikapmu akan sebaliknya jika ku mengakhiri hidup ini.

Kau bilang aku seperti yang dikekang, ya.. aku memang dikekang oleh perasaanku sendiri.

Jika Tuhan memberikan pilihan untukku hari ini antara hidup atau mati, aku akan lebih memilih untuk mati.
Karena dengan begitu mereka akan semakin senang dan bisa tertawa bahagia tanpa merasa kehilangan.

Aku selalu diam saat kau marah padaku, karena ku tahu bahwa itu kesalahanku. Aku selalu setia mendengarkan ocehanmu walalupun kau telah mengatakan nya berulang-ulang, karena ku tahu waktu kecil kau selalu setia mendengarkan ocehanku yang mungkin sulit untuk kau mengerti.

Walaupun kau tidak menginginkan kehadiran ku saat itu,setidaknya kau telah mampu merawatku hingga ku dewasa, mengajarkanku untuk melangkah diatas tanah hingga ku bisa melangkah untuk mencari tujuanku, mengajarkan ku berbicara untuk bisa merangkai kata dan menyampaikannya dengan santun, dan mengajarkan ku tentang pahitnya kehidupan untuk ku rasakan.

Walaupun terkadang ku putus asa tapi semua ini harus ku jadikan motivasi untukmenjadikan diriku yang lebih baik.
Terima kasih untuk segala nya, aku menyayangimu ibu, kebaikanmu takan pernah terbalaskan. Dan ku akan merasakan pahit manis nya menjadi seorang ibu, karena aku adalah wanita yang pasti akan menjadi seorang ibu.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar